Day #21: Festival Pembaca Indonesia 2010

6 Desember 2010 Hari ini adalah pestanya mereka yang suka membaca. Hari ini di arena pasar festival kuningan adalah harinya para pecinta buku, pecinta tulisan, dan tentunya pecinta Indonesia. Hampir semua komunitas pecinta buku, penulis dan pembacanya yang berdomisili di Jakarta, baik itu yang berbasis web, e-book, ataupun kertas yang konvensional turut menyemarakkan gegap gempitaLanjutkan membaca “Day #21: Festival Pembaca Indonesia 2010”

Day#20 : Duniaku adalah senyummu

Duniaku selalu indah, aku rasa semua itu karena senyum. Baik itu senyumku, ataupun senyummu. Senyummu terlalu menggoda untuk diacuhkan. Maka dari itu aku senang membuatmu tersenyum, duniaku semakin indah saat senyum dan tawamu berderai. Aku suka saat aku tersenyum karena melihatmu tersenyum. Aku suka senyummu saat kuceritakan hal-hal lucu. Aku suka senyummu saat kucium pipimu.Lanjutkan membaca “Day#20 : Duniaku adalah senyummu”

Day #19: Film Review -The Girl With Dragon Tatoo

Hari ini kamar kosku dijadikan basecamp oleh teman-teman mainku, girls gang. Acara hari ini di kamar adalah nonton film maraton rame-rame. Film pertama diawali dengan “The Girl with The Dragon Tatoo”. Menurutku film ini cukup sadis, mengupas sisi liar manusia akan kebutuhan seksnya. Mengungkap tumpulnya perasaan belas kasih, dan akibatnya malah manusia-manusia ini menikmati saat-saatLanjutkan membaca “Day #19: Film Review -The Girl With Dragon Tatoo”

Day #18: Film Review: Down Syndrome – Let’s Hear Their Voice

Film review – Hari kamis kemarin aku nonton film tentang down syndrome di Goethe Haus Jakarta. Dalam acara pemutaran dan diskusi film 2 bulanan “Screendocs” tersebut, ada 2 film yang diputar. Satu film berasal dari Indonesia, judulnya SOINA (Special Olympics Indonesia). Dan sebuah film yang berasal dari Jerman yang berjudul “Schoene Blonde Augen”. Di filmLanjutkan membaca “Day #18: Film Review: Down Syndrome – Let’s Hear Their Voice”

Day #16: Dan Semua Karena Hati…

“Ya Ampunnn…” Aku patut-patut diriku diatas sebuah kertas yang penuh dengan tulisan. Aku baru menyadari bahwa semua masalah ini, ketidak enakkan di hati, sumbernya ya diriku sendiri. Hal-hal yang tidak aku ketahui sehingga menimbulkan prasangka. Aku tidak tahu masa depan, akankah bersama?, akan lebih baikkah?, selalu itu saja yang akhirnya menjadi ketaknyamannan. Yang aku ketahuiLanjutkan membaca “Day #16: Dan Semua Karena Hati…”

Day #15: Kusebut Angin…

Kusebut angin dengan lembut… Dia sering bermain-main dengan kulit dan rambutku Meniup nakal kesana kemari Dan membuatku selalu bersiap dengan sisir dan selendang Kusebut angin dengan peri… Dia sering menikahkan sepasang bunga Pernikahan bagi kehidupan selanjutnya, buah dan biji Angin memang tak pernah setengah hati untuk berpatisipasi dalam keajaiban Kusebut angin sebagai kekasih air… SendaLanjutkan membaca “Day #15: Kusebut Angin…”

Day #14: SUARA LIRIH

Dalam Hiruk Pikuk suara lirih adalah kebisingan yang terpecah-pecah dan ditinggalkan oleh siang. Suara lirih hanyalah bisikan-bisikan yang sampai pada beberapa orang saja, karena orang-orang inilah yang mendengar. Dan setiap kita mungkin adalah pembisik suara-suara lirih tersebut. Suara lantang adalah pembangkit semangat. Dan suara-suara lirih adalah pembangkit kesadaran. Mereka perlahan-lahan membisikkan arti di dalam hening.Lanjutkan membaca “Day #14: SUARA LIRIH”