KEAJAIBAN AIR – BERDASARKAN PENELITIAN DR. Masaru Emoto

KEAJAIBAN AIR DAN PERSEPSI DIRI   Heksagonalisasi – pertama kali diistilahkan oleh Aa’ Gym – sebutan bagi upaya menyosialisasikan keajaiban air yang mengandung kristal bersegi enam (heksagonal) – sebenarnya mengacu kepada penelitian yang dilakukan Dr. Masaru Emoto asal Jepang. Masaru Emoto berhasil membuktikan bahwa air bisa merespon kata-kata, suara, bahkan berpengaruh menyehatkan seseorang dan menyejahterakanLanjutkan membaca “KEAJAIBAN AIR – BERDASARKAN PENELITIAN DR. Masaru Emoto”

Children Learn What They Live (Anak Belajar Dari Kehidupannya)

Children Learn What They Livev (Anak Belajar dari Kehidupannya) By. Dorothy Law Nolte Jika anak dibesarkan dengan celaan, Ia belajar memaki. Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, Ia belajar berkelahi. Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, Ia belajar rendah diri. Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, Ia belajar menyesali diri. Jika anak dibesarkan dengan toleransi, Ia belajar menahanLanjutkan membaca “Children Learn What They Live (Anak Belajar Dari Kehidupannya)”

PSIKOPATOLOGI KEKERASAN

                                  Psikopatologi Kekerasan                      "Kenapa Seseorang Melakukan Kekerasan ?" Kekerasan sering ditemukan pada sebagian besar spesies dan lingkungan sosial. Pada suatu survei didapatkan bahwa kekerasan biasanya terjadi pada seseorang ataupun keluarga dan sebagian besar korbannya adalah wanita danLanjutkan membaca “PSIKOPATOLOGI KEKERASAN”

Anak Dan Televisi

Anak Dan Televisi Dr. Aswandi PERILAKU menyimpang atau perilaku negative anak dan remaja mengisi headline media masa saat ini, seperti cara berpakaian dan penggunaan asessoris dinilai tidak sopan atau tidak etis, pemerkosaan, perilaku kekerasan, agresif dan bunuh diri yang dilakukan oleh anak dan para remaja dari hari ke hari meningkat dan membuat kita bertanya “gejalaLanjutkan membaca “Anak Dan Televisi”

Literasi, Properti, Jatidiri (Bentuk Kapitalisme Lain)

Oleh Sofie Dewayani* Nanik bukanlah seorang guru di sekolah berlantai keramik, yang sibuk mencari tambahan dengan memberi les privat di sore hari. Sekolahnya berlantai semen, dindingnya muram berhias satu-dua gambar pahlawan yang diam. Tak ada karya-karya anak di sana, atau gambar warna-warni, bulletin board, poster, apalagi semboyan pemicu semangat belajar. Sekolahnya yang menyendiri di pinggiran sawahLanjutkan membaca “Literasi, Properti, Jatidiri (Bentuk Kapitalisme Lain)”