Bagaimana Membuat Deskripsi Produk yang Menarik? Ini Tipsnya!


Membuat deskripsi produk yang menarik adalah salah satu materi yang saya berikan di kuliah online via WhatsApp group beberapa waktu lalu. Whatsapp group ini adalah sarana belajar bagi perempuan-perempuan pemilik UMKM di Malang, alumni dari program Women Will besutan Google.

Supaya tidak tercecer kemana-mana, akhirnya saya putuskan supaya materi kuliah ini saya upload di website pribadi. Awalnya mau saya masukkan ke web Cindaga Comms, tapi karena bahasanya lebih bersifat percakapan akhirnya saya unggah di sini saja. Semoga bermanfaat, ya!

Kenapa Kita Harus Membuat Deskripsi Produk yang Menarik?

Maraknya industri dan toko online membuat persaingan bisnis semakin kompetitif. Diperlukan  banyak trik dan strategi supaya produk kita bisa bersaing dengan produk lainnya.

Salah satu trik tersebut dengan membuat konten yang menarik. Konten sendiri banyak macamnya, bisa berupa deskripsi produk, foto, video, infografis, ataupun iklan. Nah, kali ini kita mau belajar bagaimana membuat deskripsi produk yang menarik, terutama untuk ditampilkan di brosur, internet, atau bahkan marketplace.

Apa yang Dimaksud dengan Deskripsi Produk?

Jadi, deskripsi produk adalah penjelasan singkat mengenai produk atau jasa yang teman-teman tawarkan. Biasanya deskripsi produk ini harus teman-teman sertakan saat menawarkan barang di marketplace, sosial media, atau bahkan pada kemasan produk.

Lalu, apa saja yang harus diperhatikan saat membuat deskripsi produk? Berikut beberapa panduannya:

1. Kenali Produk Teman-teman Secara Mendalam

Bagaimana teman-teman akan menuliskan betapa enaknya produk makanan teman-teman kalau teman-teman tidak mengetahui detil informasi mengenai makanan yang dijual? Produsen atau penjual itu adalah orang yang wajib tahu dengan detil akan kelebihan produk yang dijual.

Nah, pastikan teman-teman tahu sejarah pembuatan produk yang ditawarkan, ya. Kemudian, pahami bahan-bahan pembuatnya, apakah memang benar-benar aman atau bagaiman. Kalian juga harus tahu cara produksi serta manfaatnya bagi konsumen.

2. Tentukan Target Konsumen

Setiap target konsumen memiliki kondisi emosional dan kesenangan yang berbeda-beda. Oleh karenanya, saya sarankan membagi target konsumen sesuai dengan klasifikasi umur. Kenapa? karena bahasa yang digunakan untuk anak muda tentunya berbeda bagi orang yang sudah di atas usia 35 tahun.

Teman-teman juga bisa menggunakan bahasa yang “kekinian” bagi deskripsi produk yang ditujukan kepada anak muda. Contohnya menggunakan kata gaes, gals, bro, sis, dan lain sebagainya.

Apabila produk tersebut hanya dijual di lokasi tertentu bisa dipertimbangkan juga untuk memasukkan unsur lokal dalam penulisan deskripsi produk. Misalnya buat teman-teman yang target marketnya daerah Malang, bisa menyelipkan kosa kata Bahasa Malangan.

3. Tuliskan Bahan Pembuat, Manfaat, dan Ukuran Kemasan

Industri apapun dituntut untuk transparan dalam memberikan informasi kepada konsumennya, terutama industri makanan dan kosmetik. Oleh karenanya, jangan lupa memasukkan informasi mengenai bahan-bahan yang digunakan.

Pastikan teman-teman menggunakan bahan-bahan yang bermutu tinggi dan sesuai dengan aturan yang diinstruksikan oleh Pemerintah melalui BPOM contohnya. Jangan lupa sertakan pula manfaat yang terkandung dalam produk teman-teman. Misalnya, dengan mengonsumsi produk teman-teman, maka dapat mendukung kesehatan fungsi organ dalam konsumen.

Sertakan juga informasi mengenai dimensi atau ukuran produk. Teman-teman bisa menggunakan ukuran panjang, lebar, dan tinggi dengan satuan centimeter.

Bisa juga dipertimbangkan menambahkan informasi, misalnya barang tersebut muat untuk orang dewasa dengan ukuran sekian. Teman-teman juga bisa menggunakan kata-kata berukuran telapak tangan orang dewasa. Tapi memang jauh lebih akurat menggunakan centimeter sih ya.

4. Tuliskan Penghargaan yang Sudah Diterima

Informasikan kepada konsumen tentang hak paten/hak cipta, ataupun sertifikasi yang sudah dimiliki produk teman-teman. Contohnya sertifikasi halal ataupun sertifikasi penghargaan seperti ISO, dan sebagainya.

Pencatuman sertifikasi pada deskripsi produk akan semakin memperkuat citra produk teman-teman. Saya sendiri kalau mau beli skincare pasti selalu nyari-nyari sertfikasi BPOM dalam deskripsi produknya, kok 🙂

5. Sertakan Foto Berwarna yang Menggugah Iman

Penampakan foto studio mini

Lengkapi deskripsi produk teman-teman dengan foto berwarna yang sudut pengambilannya menggugah iman. Caranya bagaimana? Gunakan pencahayaan yang tepat saat mengambil gambar dan pastikan menggunakan kamera dengan resolusi gambar yang tinggi.

Cara anti gagal yang lain saat membuat foto produk adalah dengan mempergunakan studio mini yang banyak dijual di pasaran. Harga studio mini ini di marketplace dibanderol mulai Rp50 ribu ke atas.

Teman-teman juga bisa menggunakan model saat membuat foto produk. Pastikan ekspresi wajah sang model mencerminkan kualitas dari produk teman-teman. Contohnya, kalau produk makanan, pastikan model mencerminkan makanan yang disantap itu lezatnya tiada tara.

6. Pastikan Deskripsi Produknya Singkat, Padat, dan Jelas

Tulis deskripsi produk dengan bahasa yang mudah dimengerti serta kalimat yang pendek-pendek. Usahakan masing-masing paragraph maksimal hanya berisi tiga kalimat, ya. Upayakan juga deskripsi tersebut tidak terlalu panjang, karena akan menjadi terlalu membosankan apabila tidak disertai oleh banyak gambar atau video pendukung.

Untuk informasi bahan-bahannya, teman-teman bisa menggunakan bullets point untuk menjabarkannya sehingga lebih enak dilihat secara visual. Sertakan juga kata-kata yang bersifat sensorik sehingga bisa dibayangkan oleh konsumen. Kata-kata yang berjenis sensorik ini antara lain lembut, halus, nyaman di kulit.

7. Ramah dengan Mesin Pencari Internet alias Google Search

Banyak mesin pencari internet di luar sana, contohnya Bing, duckduckgo, ataupun yandex. Namun pangsa pasar terbesar untuk mesin pencari internet dikuasai oleh Google. Makanya kita fokus dulu sama simbah Google.

Tidak ada salahnya nih apabila teman-teman membuat deskripsi produk yang ramah dengan mesin pencari di Internet. Apalagi para wisatawan kerap menggunakan google search untuk mengetahui informasi produk tertentu di suatu daerah.

Teman-teman nantinya perlu menyelipkan kata kunci di deskripsi makanan yang dibuat. Sebagai contoh, kalau teman-teman menjual keripik tempe di daerah Malang, coba selipkan kata-kata “keripik tempe malang murah”. Begitu ada orang yang mengetikkan kata kunci keripik tempe Malang, deskripsi produk teman-teman bisa terangkut ke hasil pencarian.

8. Siapkan FAQ (Frequently Asked Question)

Sebagai antisipasi, ada baiknya teman-teman juga menyiapkan FAQ bagi produk yang dijual. Frequently Ask Question atau yang sering disingkat FAQ ini sangat memudahkan bagi konsumen untuk menggali lebih jauh mengenai keamanan produk dan tata cara pembelian produk, teman-teman.

FAQ ini juga bisa teman-teman gunakan sebagai materi wawancara dengan media apabila produk teman-teman diliput oleh media massa seperti radio, surat kabar, maupun televisi.

Ayo Dipraktekkan!

Demikian panduan membuat contoh deskripsi produk yang baik dan tentunya menarik bagi pembeli. Jangan kaget apabila semakin banjir order ya. Selamat mencoba!

Diterbitkan oleh Devi R. Ayu

A proud Mom of #babyD, Penulis, Penerjemah, Konsultan Komunikasi, dan Fasilitator Program Women Will dari Google Gapura Digital untuk kota Malang. Owner dari Cindaga Comms, konsultan komunikasi digital di kota Lawang, Malang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: