The daily routine of the digital worker

Dunia Digital Membuat Semua Orang Punya Kerjaan


Hola, good readers! Berikut ini adalah sebagian kecil pengalaman saya saat sharing dengan Mas Ojol beberapa waktu lalu. Ngobrol ngalor ngidul ini TKP-nya di atas motor, pas saya mau ikut TTT kelas Women Will. Beginilah orang doyan ngobrol, kapanpun dan dimanapun akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk ngobrol 😀 Oya, Mas Ojol ini setiap harinya berprofesi sebagai kontraktor. Yes, Ojol hanya kerja sampingan buatnya.

Si Mas ini canggih banget, dia bilang zaman sekarang yang semuanya sudah mulai digital orang-orang harusnya lebih mudah mendapatkan uang. Ya, saya sepakat dengan si Mas, dengan catatan orang-orangnya sudah familiar dengan hal-hal berbau digital ini ya, a.k.a kebanyakan anak muda.

Zaman digital ini kalian bisa dengan mudah mendapat uang dengan mendaftar jadi ojek online, reseller di marketplace, jual homemade food via Whatsapp dan Instagram, bahkan bekerja remote seperti jadi content writer, programmer, designer, bahkan customer service. Kliennya pun tidak main-main, dari luar negeri dan kebanyakan brand besar. Asal kalian gape cas cis cus, dolar bisa dengan mudah ada di tangan.

Beda jauh dengan zaman saya masih kuliah, good readers, cari kerja sambilan aja susah banget. Apalagi tempat kuliah saya jauh dari hingar bingar kota dan susah angkot kalau malam 😀 Hari gini kalau kalian mahasiswa, ngelamar jadi barista di kafe dengan hitungan part time itu gampang banget, banyak yang nyari. Kalian pun tidak usah pusing mikir pulang ke kosan pakai apa, pergi kemanapun bisa dilakukan dengan mudah atas jasa Mas dan Mbak Ojol.

Pun kerja remote (jarak jauh) yang jadi impian saya pun baru bisa terlaksana belakangan ini. Tidak harus keluar rumah dan berjibaku dengan kemacetan, saya pun bisa mengawasi si kecil secara langsung. Sekali lagi, kerja itu tidak harus ke kantor, kerja itu tidak harus selalu PNS. You can create your own job and opportunity. Bahkan di zaman digital ini, jadi gamer aja dibayar kok.

Kalau yang kalian khawatirkan adalah soal pensiun, jangan sedih banyak BUMN yang menyerahkan uang pensiun mereka ke Bank penyedia DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Kalau DPLK tidak cocok, kalian bisa menitipkan uang ke BPJS Ketenagakerjaan di program JHT (Jaminan Hari Tua). Kalau masih belum cocok juga, bisa mencoba instrumen keuangan Reksadana. So, jangan khawatir dengan masalah pensiun.

Bekerja remote malah membuat saya makin banyak ketemu orang yang seprofesi dan antusias dengan dunia digital saat menghadiri training. Saya juga bisa sering ketemu teman, ngobrol di tempat minum kopi, bahkan bisa punya banyak waktu ketemu dengan orangtua. Ini merupakan suatu keistimewaan buat saya, karena dulu saya tinggal jauh dari keluarga.

So, expand your creativity! Expand your network! Banyak kesempatan di luar sana yang sesungguhnya tak terbatas. Batasnya hanya waktu, karena terus terang kita juga butuh istirahat dan tidur kan.

I’m living in my dream, now 😊Kalian kapan mau ikutan mewujudkan mimpi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.