Penulis Bisa lelah, Ini Dia 4 Penyebabnya.


Penulis Bisa Lelah, Ini DIa 4 Penyebabnya - deviratnaningayu.com
Photo by Lina Kivaka on Pexels.com

Beberapa waktu yang lalu saya tidak punya keinginan menulis (kecuali menulis status di sosial media). Padahal menulis itu harus konsisten lho. Padahal ada banyak deadline tulisan. Dengan susah payah saya memaksa diri untuk menulis berhubung ada deadline yang harus ditepati. Namun, ya saya tidak enjoy dalam proses menulisnya.  

Sebenarnya ini adalah hal yang lumrah dialami oleh para penulis. Selain merasa lelah, penulis juga bisa terjebak writer’s block alias mentok kehabisan ide. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Banyak faktor yang bisa menyebabkan hal tersebut, saya rangkum beberapa di bawah, silakan diintip:

1. Kelelahan Fisik.

Kalau kondisi fisik kurang bagus dan usai mengerjakan banyak pekerjaan berat, otomatis energi di badan digunakan untuk proses pemulihan badan, walhasil sedikit lemot untuk dipakai mencari ide dan menuliskannya ke dalam sebuah artikel atau tulisan kreatif lainnya. Apabila hal ini yang terjadi, istirahat adalah jalan keluarnya. 

Istirahat di sini bisa berarti tidur dan bersantai. Setiap orang membutuhkan jeda sejenak dalam setiap aktivitasnya untuk mengisi energi.

2. Banyak Deadline yang Harus Ditepati.

Deadline yang terlampau banyak biasanya berujung pada stress. Penulis malah kehilangan motivasi untuk menulis bahkan mengalami  writer’s block. Solusi untuk masalah ini adalah, mengetahui kemampuan diri dalam mengerjakan suatu tulisan dan tentunya mengambil jeda dari setiap deadline. Liburan itu sangat bermanfaat untuk recharge ide lho.

Ke depannya kalian bisa menggunakan calendar, trello, atau tools project manajemen lainnya untuk menghindari deadline yang bertumpuk.

3. Kurang Membaca Buku dan Kurang Gaul.

Ini cukup ngaruh juga, karena biasanya ide dan informasi banyak bermunculan setelah  kita membaca buku. Syarat utama menjadi penulis adalah rajin membaca memang. Selain itu, bertukar ide dengan banyak orang bisa jadi sumber tulisan dan juga sumber semangat. 

Memang zaman sekarang pertukaran ide dan ngobrol bisa dilakukan dengan aplikasi pesan seperti Whatsapp atau video call dengan Skype, dll. Namun, banyak orang, termasuk saya, adalah tipikal orang yang suka bertemu langsung. Sangat jadul, i know 😀

Bertemu dan ngobrol secara langsung itu menurut saya lebih enak karena saya bisa membaca gesture non verbal lawan bicara kita, belum lagi suasana yang dibangun, misalnya sambil ngopi bareng, itu menambah rileks suasana dan keakraban 🙂

4. Jenuh dengan Teks yang Dikerjakan

Teks yang dikerjakan itu-itu saja, alias berulang-ulang dengan materi yang tidak jauh berbeda. Menuliskan kelebihan suatu produk secara berulang-ulang dari berbagai angle itu hal yang cukup sulit lho. Bisa-bisa penulis kehabisan kata karena sudah terpakai oleh tulisan sebelumnya. 😀

Walhasil kami sebagai penulis sibuk mencari berbagai kosakata baru, merenung berjam-jam ingin menulis dari sudut pandang yang mana. Padahal ya, jarum jam tidak pernah berhenti berdetak dan para editor sudah mengirimkan berbagai pesan menanyakan progress tulisan 😀 Percayalah, jadi penulis itu berat tapi cukup mengasyikkan. 🙂

Sebenarnya ini adalah #kodekeras bahwa yang nulis blog ini ingin liburan, tapi pas lihat dompet jadi nangis sendiri (lha kok curhat). Nah itu dia beberapa alasan kenapa penulis merasa lelah dalam menulis. Kalau kalian punya pendapat yang lain, share di kolom komentar ya.


Happy Weekend, all!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.