Serba Serbi Istilah Clodi buat Mamah Papah Go Green


baby-cloth-clothing-color-41165.jpeg

Yuhuuu pembaca budiman,  saya datang lagi dengan topik baru,  yaitu mengenal istilah per-clodi-an a.k.a cloth diaper alias popok kain.

Beberapa waktu lalu soalnya ditawari teman buat jadi reseller clodi,  dan bisa pakai label sendiri.  Dia menawari saya karena tahu #babyD sehari-harinya pakai clodi.  Hanya pas bobo malam saja pakai pospak.

Nah sayangnya teman saya belum tahu istilah-istilah yang dipakai dalam dunia per-clodi-an.  Akhirnya saya jelasin deh sama dia,  trus kepikiran buat bikin tulisan ini. Siapa tahu bermanfaat juga buat yang lain. Oke segera kita mulai ya.

Tipe Clodi
Sebelumnya kita belajar dulu yuk beberapa tipe clodi yang umum dijual di Indonesia.

1. Tipe Cover: Tipe ini terdiri atas dua bagian saja,  yaitu cover clodi (outer dan lapisan anti bocor) serta insert (penyerap ompol).  Penyerap ompol bisa langsung ditaruh diatas cover dengan menggunakan kancing snap,  perekat velcro,  atau cuma dilipat begitu saja.

Tipe Cover cocok digunakan bagi bayi new born karena bayi new born belum terlalu aktif.  Tinggal ganti insert atau penyerap ompol aja kalau basah dan cover masih bisa dipakai kalau tidak terlalu basah.  Tinggal dilap bagian yang basah,  tadaaa clodi siap dipakai kembali.

2. Tipe Pocket (kantung). Clodi jenis ini terbagi atas tiga bagian,  yaitu cover (outer dan lapisan anti bocor),  insert (penyerap ompol),  dan juga inner.  Inner yaitu lapisan yang dijahit menyatu dengan cover serupa dengan kantung.  Inner ini biasanya bersentuhan langsung dengan kulit bayi dan dibuat dari material stay dry.  Fungsi inner adalah menjaga kulit bayi tetap terasa kering walaupun insert di dalamnya agak basah.

Tipikal pocket cocok dipakai dari bayi new born sampai toddler. Buat bayi newborn,  insert juga bisa ditaruh di atas inner seperti tipe cover sehingga memudahkan penggantian popok.

3. Tipe AiO (All in One). Clodi jenis ini biasanya sudah menjahit insert (penyerap ompol) jadi satu dengan cover dan inner-nya. Biasanya digunakan untuk bayi yang mulai aktif berdiri dan model clodinya adalah pants (celana)  bukan model snap atau velcro lagi. Tipe ini memang lebih praktis buat bayi yang sudah aktif, Mamah Papah ga perlu ribet masukin insert dulu ke dalam clodi.

Pengatur Ukuran Clodi
Sebenarnya tidak tahu mau kasih judul apa buat bagian ini soalnya memang belum ada istilah familiarnya sih.

Fungsi pengatur ukuran sudah jelas kan ya tapinya,  supaya clodi tidak miring sana-sini dan bocor,  melorot,  atau bahkan jatuh.

1. Model Kancing Snap.  Clodi ini untuk menahan posisinya menggunakan serial kancing snap.  Model favorit saya.  Kancing snap memungkinkan kita untuk mengatur ukuran clodi jadi S, M, atau L.  Selain itu kancing snap bisa digunakan untuk mengatur ukuran pinggang dan lingkar paha bayi.

Model snap jadi favorit saya karena clodi bisa lebih awet (bisa dipakai dari new born sampai dua tahun) dan pastinya susah dibuka sama si bayik 😀

2. Model Perekat Velcro.  Clodi yang menggunakan velcro biasanya cocok digunakan buat bayi new born. Bayi new born dan belum aktif, tangannya masih belum kuat mainan perekat velcro. Apabila sudah umur 4 bulan ke atas,  biasanya bayi-bayi ini tangannya usil buat buka popoknya sendiri,  hehehehe.

Sekarang model velcro juga ada yang dikombinasikan dengan kancing snap,  supaya clodi bisa dipakai lebih lama.  Tergantung masing-masing orangtua sih,  lebih suka pakai model yang mana.

3. Model Pull up Pants (Celana).  Model celana ini sekarang jadi salah satu favorit saya.  Soalnya semakin besar bayik,  semakin tidak mau dia bobo telentang buat diganti popoknya, yang ada kita juga ikutan lari-lari hanya sekedar buat ganti popok.

Model celana juga seringkali dikombinasi dengan kancing snap,  tak lain dan tak bukan supaya clodi bisa dipakai lebih lama karena clodi juga tidak murah-murah amat harganya.

Struktur Clodi
Nah setelah tahu tipikal dan model clodi yang paling pas,  sekarang kita kenali bagian-bagian clodi dan bahan pembuatnya ya.

1. Cover Clodi.

Cover Clodi sebenarnya terdiri atas dua bagian (atau bisa satu juga sih) yaitu kain outer dan lapisan anti bocor.

Clodi impor biasanya menggunakan kain polyester sebagai outer dan sudah dilapisi material anti bocor PUL.  Keunggulan PUL adalah sembari menahan cairan ompol,  kulit bayi masih bisa bernafas.

Clodi lokal lebih variatif untuk bahan outernya. Ada yang memakai bahan taslan,  katun,  hingga fleece.  Untuk lapisan anti bocornya kebanyakan menggunakan plastik jas baby.  Keunggulan jas baby adalah lebih kuat daripada PUL buat mamah papah yang senang nyuci popok menggunakan mesin cuci seperti saya.

Kalau nanya ke saya urutan outer yang paling mudah kering (penting saat musim hujan!) adalah polyester,  taslan, fleece,  dan katun.  Saya sendiri pribadi lebih suka clodi dengan outer polyester dan fleece. Menurut saya bahan taslan dan katun lebih cepat bocor.

2. Pengatur Ukuran Pinggang dan Paha

Pengatur ukuran ini letaknya di outer bagian luar.  Sedangkan material anti bocor letaknya di outer bagian dalam.

Seperti dijelaskan sebelumnya,  pengatur ukuran clodi ada yang berupa kancing snap,  perekat velcro,  atau langsung pants.

3.Insert a. k. a Penyerap Ompol.

Letaknya di tengah – tengah antara cover dan inner.  Ada beberapa jenis material yang digunakan untuk lapisan insert antara lain microfiber,  katun, serat bambu,  dan campuran serat bambu dengan charcoal atau arang.  Charcoal memiliki sifat anti bakteri.

Insert sendiri ada beberapa model.  Ada yang prefold,  alias harus dilipat dulu sebelum dipakai dan ada yang tinggal pakai. Satu insert biasanya terdiri atas dua atau tiga lapisan (layer).  Mamah dan Papah bisa pakai double insert untuk bayi yang mau bobo.  Double insert artinya daya tampung clodi nantinya juga lebih banyak.

Saya sendiri lebih memilih menggunakan insert microfiber.  Selain harganya lebih murah,  insert jenis ini juga menyerap cairan lebih banyak.

Nah buat mamah papah yang pakai clodi tipe  cover saja dan insertnya menggunakan microfiber,  ada baiknya menggunakan liner (lapisan tipis anti noda) di atas insert supaya tidak langsung menyentuh kulit bayi.  Hal ini dikarenakan insert microfiber mempunyai sifat mengeringkan kulit bayi,  sehingga bisa membuat kulit bersisik dan mengelupas.

4. Inner.

Material inner biasanya mulai dari microfleece,  jaring,  bamboo stay dry,  dan lain-lain.  Seperti disebutkan sebelumnya,  inner fungsinya menjaga kulit bayi untuk terasa lebih kering dan menahan cairan di bawah.

Kalau sudah ada inner biasanya Mamah Papah tidak perlu menggunakan liner (lapisan anti noda) lagi,  kecuali babynya sedang pakai diaper rash cream atau krim ruam popok.  Disarankan pakai liner supaya krim tidak menempel ke clodi dan mengurangi fungsi penyerapan cairan.  Kalau ada noda di inner setelah anak buang air besar tinggal disemprot dengan  menggunakan air bertekanan tinggi.  Nodanya langsung kabur.

5. Gusset.
Gusset adalah keliman yang merupakan pertemuan dua kain (harfiah sekali ya). Biasanya gusset ini adalah jahitan karet yang elastis untuk bagian paha.

Nah adakalanya di deskripsi clodi tertulis double Gusset,  itu artinya di bagian inner juga terdapat keliman yang berfungsi untuk menahan poop atau kotoran bayi untuk tetap berada di popok dan gak berceceran kemana-mana alias jatuh ke lantai.

6. Liner.
Liner adalah lapisan tipis,  biasanya berbahan microfleece,  yang digunakan untuk melapisi inner atau insert clodi (model cover). Tujuannya supaya inner atau insert clodi tidak kotor terkena kotoran bayi. Bayi yang memakai rash cream juga disarankan menggunakan lapisan liner untuk popok mereka supaya rash cream tidak langsung menempel pada clodi dan mengurangi kemampuan untuk menyerap cairan.

Gimana,  udah siap beralih ke clodi kah Mamah dan Papah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s