Masa Lalu Adalah Cetakan Masa Sekarang


Masa Lalu adalah cetakan masa sekarang

Ternyata benar ya, masa lalu adalah salah satu cetakan bagaimana diri kita sekarang. But that doesn’t mean that people could not change, justru orang bisa berubah, tentunya dengan kemauan yang keras. Hal itu membutuhkan bukti. And it might cause us whole time in life to prove it.

Berbicara tentang masa lalu membuatku teringat akan tempatku dulu mengambil posisi. Orang boleh bilang aku terlalu dramatisir, aku terlalu pakai hati dan melankolis lah, atau aku yang terlalu norak, bahkan
aku yang oportunis. Sebenarnya aku tidak peduli orang mau bilang apa, terserah mereka, setiap orang berhak memberikan makna atas label-label yang mereka dapat dari cetakan pengalaman hidup masing-masing. Yang terpenting sekarang adalah apa yang menjadi tujuan dari semua yang kita jalani.

 Belakangan ini aku sering teringat WALHI, tempatku dulu berpijak, bahkan sampai sekarang masih menempatkan diri sebagai salah satu anggota sahabat WALHI. Pekerjaan mengurusi lingkungan dan masyarakat begitu membekas di hati dan membentuk cetakan diriku di masa depan, menjadi pribadi yang lebih sadar lingkungan.

Jujur nih ya, yang paling berkesan adalah karena orang-orang didalamnya, dan tentu saja dinamikanya. Di WALHI saya bertemu dengan banyak orang spesial. Di sana aku belajar untuk bekerja dan bersenang-senang (malah menjadi motto hidup, WORK HARD-PLAY HARDER!! Hehehe), di WALHI aku belajar tentang pilihan dan mengenal diri sendiri, di sana aku belajar untuk mencintai dan dicintai. 

 Kalaupun aku atau semuanya sudah tidak sama lagi, karena semuanya memang harus berubah. Perubahan adalah konsekuensi dari waktu. Tapi
tetap, kenangan tidak akan dapat dilupakan. 
Saat kita kembali ke suatu tempat, mungkin kita tidak akan pernah menemukan masa-masa itu lagi, kecuali saat rendevouz bersama sahabat kala itu. Ynag bisa kita lakukan sekarang adalah menyapa dan menerima perubahan, „SELAMAT DATANG PERUBAHAN!“. Sedih? iya. Bahagia? sudah seharusnya. Kembali lagi bagaimana kita memandangnya.

 Ah, sudah semakin berumur aku rupanya, mulai mengingat apa saja yang telah berlalu. Menandakan sudah banyak waktu yang digunakan. Petualangan tapi masih panjang. Dan hati ini memang masih ingin bertualang menggapai banyak hal. 

 

Kota bunga, 10 Juni 2008

DRA 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.